Pemerintah Kabupaten Bandung terus mematangkan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui Rapat Koordinasi Khusus yang digelar di Gedung Moch. Toha Soreang, Sabtu (7/3/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bandung bersama Forkopimda, perangkat daerah, serta berbagai unsur terkait, termasuk perwakilan Senkom Mitra Polri Kabupaten Bandung.
Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Mudik
Rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah seluruh instansi guna memastikan kelancaran dan keamanan selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam kegiatan tersebut, Senkom Mitra Polri Kabupaten Bandung diwakili oleh Pembina Senkom Dadang Sujana dan Jaelan Nurfiana.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan pengamanan jalur mudik tetap dilanjutkan hingga 29 Maret 2026. Koordinasi lintas sektoral ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi lonjakan arus kendaraan serta risiko gangguan keamanan.
Kesiapan Pemkab Bandung dan Dukungan Fasilitas
Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung kelancaran pengamanan mudik tahun ini.
Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyiagakan ambulans dan alat berat di sejumlah titik rawan. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif khusus kepada para personel yang bertugas selama Operasi Ketupat.
“Kami berharap pengamanan Idulfitri tahun ini berjalan aman dan lancar,” ujar Kang DS.
1.333 Personel Gabungan Disiagakan
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengungkapkan bahwa sebanyak 1.333 personel gabungan akan diterjunkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Personel tersebut terdiri dari berbagai unsur, termasuk kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya.
Pihaknya juga telah melakukan pemetaan terhadap jalur utama dan alternatif yang akan dilalui pemudik, termasuk titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan potensi gangguan keamanan.
Pos Terpadu dan Pospam di Titik Strategis
Untuk mendukung pengamanan, Polresta Bandung akan mendirikan Pos Terpadu di wilayah Nagreg dengan nama Kampung Kaheman. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu jalur mudik paling padat yang menghubungkan Jawa Barat dengan Jawa Tengah.
Selain itu, sebanyak 12 Pos Pengamanan (Pospam) akan disiagakan di berbagai titik strategis di Kabupaten Bandung. Setiap pos dilengkapi fasilitas seperti ambulans dengan tenaga medis, alat berat, wifi gratis, mushola, toilet, serta makanan dan minuman bagi pemudik.
Tak hanya itu, Polresta Bandung juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis di Mako Polresta maupun Polsek bagi masyarakat yang akan mudik.
Imbauan Keamanan bagi Masyarakat
Kapolresta Bandung juga mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan mudik, seperti mengunci pintu dan jendela serta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
Selain itu, pembentukan Pam Swakarsa di tingkat kecamatan juga didorong guna mengantisipasi tindak kejahatan seperti pencurian rumah kosong.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan Idulfitri sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak.
“Kesuksesan pengamanan Idulfitri sangat ditentukan oleh kekompakan kita semua. Komunikasi dan kolaborasi harus terus diperkuat agar pelaksanaannya berjalan baik,” ujarnya.
Dengan persiapan matang dan kolaborasi lintas sektoral, diharapkan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kabupaten Bandung dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman.***


