Sejarah Lahirnya Senkom Mitra Polri, Berawal dari Pam Swakarsa 1998

.


Organisasi Senkom Mitra Polri lahir dari dinamika sosial yang terjadi di Indonesia pasca kerusuhan tahun 1998. Pada masa tersebut, berbagai kelompok masyarakat terlibat dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah perubahan besar dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia.

Saat menghadapi Pemilu 1999 dan Sidang Istimewa MPR, sejumlah pemuda direkrut dalam program Pam Swakarsa untuk membantu pengamanan situasi nasional. Para pemuda yang tergabung dalam program ini berasal dari berbagai organisasi kepemudaan yang memiliki semangat menjaga persatuan dan keamanan negara.

Namun setelah situasi kembali kondusif, program Pam Swakarsa dibubarkan. Sebagian anggotanya yang memenuhi syarat kemudian direkrut menjadi anggota Satpol PP. Sementara itu, banyak pemuda lainnya tetap aktif dalam organisasi kepemudaan seperti GM Trikora, KNPI, Forum Pemuda Peduli Ukhuwah (FPPU), serta berbagai organisasi lainnya.

Peran Pemuda dalam Menjaga Stabilitas Sosial

Pada masa pasca reformasi, berbagai konflik sosial yang bernuansa SARA muncul di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam situasi tersebut, sejumlah organisasi kepemudaan ikut terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan konflik di masyarakat.

Organisasi seperti GM Trikora, KNPI, dan beberapa kelompok pemuda lainnya aktif membantu menjaga stabilitas sosial dan keamanan di tengah masyarakat. Peran mereka dinilai positif karena membantu menciptakan situasi yang kondusif serta mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.

Situasi ini kemudian menjadi perhatian pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia yang melihat potensi besar para pemuda tersebut dalam membantu menjaga keamanan masyarakat.

Momentum penting terjadi pada 8 Januari 2002 ketika pemerintah mengesahkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pelatihan Kader Pemuda Mitra Kamtibmas

Sejumlah tokoh pemuda dari berbagai organisasi kemudian menggagas pelatihan kader pemuda yang berfokus pada kesadaran hukum dan keamanan masyarakat. Program pelatihan ini diikuti oleh berbagai elemen organisasi kepemudaan.

Beberapa tokoh yang terlibat dalam inisiatif tersebut antara lain Idrus Marham, H. M. Sirot, Arif Nurokhim, Nur Tri Joko, serta sejumlah tokoh pemuda lainnya dari berbagai organisasi.

Pada Desember 2002, pelatihan Kader Pemuda Mitra Kamtibmas tingkat nasional regional Jawa kembali diselenggarakan. Kegiatan tersebut membahas berbagai materi terkait kesadaran hukum dan peran pemuda dalam menjaga keamanan masyarakat.

Acara tersebut ditutup oleh Darwan Siregar yang saat itu menjabat sebagai Kabiro Bimmas Deops Polri.
Gagasan Pembentukan Ikatan Pemuda Mitra Kamtibmas

Pada tahun 2003 berbagai seminar dan diskusi kembali dilakukan untuk memperkuat peran pemuda dalam menjaga keamanan masyarakat setelah disahkannya Undang-Undang Kepolisian.

Kemudian pada 1 Januari 2004, sejumlah alumni pelatihan Kader Pemuda Mitra Kamtibmas mengadakan diskusi refleksi tahun baru di Jakarta. Dalam diskusi tersebut muncul gagasan untuk membentuk wadah organisasi bagi para alumni pelatihan yang selama ini aktif membantu kegiatan keamanan masyarakat.

Forum tersebut kemudian mengusulkan nama Ikatan Kader Pemuda Mitra Kamtibmas sebagai wadah koordinasi para pemuda yang telah mengikuti pelatihan tersebut.

Gagasan pembentukan wadah tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi para kader pemuda yang selama ini aktif membantu kegiatan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Lahirnya Senkom Mitra Polri

Momentum penting kemudian terjadi pada 10 November 2004 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Pada tanggal tersebut, Ikatan Kader Pemuda Mitra Kamtibmas resmi melebur dan membentuk organisasi baru bernama Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri.

Nama tersebut diusulkan dalam sebuah kegiatan pelatihan kamtibmas yang diselenggarakan bersama Polda Metro Jaya. Dalam kesempatan itu, istilah Sentra Komunikasi Mitra Polri diperkenalkan sebagai identitas organisasi yang berperan sebagai mitra kepolisian dalam mendukung keamanan masyarakat.

Setahun kemudian, pada 21 April 2005, organisasi ini secara resmi didaftarkan sebagai organisasi kemasyarakatan melalui akta notaris yang dibuat oleh Ardi Iriansyah.

Sejak saat itu, Senkom Mitra Polri berkembang menjadi organisasi masyarakat yang berperan aktif membantu tugas kepolisian dalam bidang komunikasi, keamanan lingkungan, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di berbagai daerah di Indonesia.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama