Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik tetap prima, mengingat Pos PAM Cikaledong merupakan salah satu titik krusial pengamanan arus mudik di jalur selatan Kabupaten Bandung yang kerap mengalami kepadatan.
Petugas kesehatan yang berjaga, Nazwa, menyampaikan hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah dalam kondisi normal.
“130 per 80, bagus ya Pak tensinya,” ujar Nazwa.
Selain itu, Cipto juga menanyakan jadwal tugas tenaga kesehatan di lokasi tersebut guna memastikan layanan medis siaga selama 24 jam dalam mendukung petugas gabungan.
“Dari jam 7 pagi hingga jam 7 malam,” jawab Nazwa menjelaskan sistem piket di Pos PAM Cikaledong.
Berdasarkan data pemantauan, volume kendaraan yang melintas di kawasan Nagreg selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencapai puluhan hingga ratusan ribu kendaraan per hari.
Kondisi ini menjadikan Pos Pengamanan Cikaledong sebagai salah satu titik strategis dalam pengendalian arus lalu lintas, khususnya pada jalur selatan Jawa Barat yang menjadi perlintasan utama kendaraan dari arah timur menuju Bandung.
Peningkatan volume kendaraan tersebut juga berdampak pada munculnya sejumlah titik rawan kepadatan, sehingga diperlukan pengaturan lalu lintas secara situasional, termasuk penerapan rekayasa one way untuk menjaga kelancaran arus.
Cipto Fidianto, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendukung tugas pengamanan bersama aparat kepolisian dan instansi terkait.
“Kami siap bersinergi dan berperan aktif dalam membantu pengamanan serta pengaturan lalu lintas, demi terciptanya arus mudik dan balik yang aman, lancar, dan kondusif,” ujarnya.***

